TBS Jingga Desa Keblukan Calon Penerima 1000 Buku dari Perpusnas

TEMANGGUNG (Ampuh.id) – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) “Jingga” Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Temanggung, telah masuk daftar antrean sebagai calon penerima bantuan seribu judul buku dari Perpustakaan Nasional (Perpurnas). TBM yang terbentuk pada 1 Agustus 2024 itu, juga telah mendapat sertifikat dari Perpusnas Republik Indonesia.

Demikian dikemukakan Kepala TBM Jingga Wiwik Hartati, dalam acara menyambut kunjungan kerja Camat Kaloran Juli Riastiana Trisnamurti SSos MM, di sekretariat TBM Jingga Desa Keblukan, Selasa (23/9/2025). Di hadapan camat, dia ingin membuktikan keberadaan TBM dan aktivitas di bidang literasi di wilayah kerjanya.

Camat Kaloran Juli Riastiana Trisnamurti SSos MM mengapresiasi dan bangga atas keberadaan TBM Jingga Desa Keblukan. Dia menyatakan akan mendukung penuh program kegiatan TBM Jingga Desa Keblukan.

“Kami sangat mengapresiasi dan akan dukung penuh semua program kegiatan TBM Jingga Desa Keblukan ini,” tandasnya.

Dia berharap adanya TBM Jingga Desa Keblukan bisa membawa manfaat untuk masyarakat desa. Dikatakannya, Pemerintah akan berkolaborasi dengan perpustakaan desa yang sudah ada, untuk kemajuan literasi masyarakat di wilayahnya.

Kepala Desa Keblukan Cholik Pujianto menyambut baik dan berterima kasih kepada segenap pengurus TBM Jingga yang telah aktif menggerakkan literasi di desanya sejak berdirinya sekitar satu tahun berlalu. Dikatakannya, Pemerintah desa akan mendukung dan membantu keberlangsungan TBM baik moral maupun spiritual.

Menurut Wiwik Hartati, kepengurusan TBM Jingga terdiri dari dirinya sebagai Kepala perpustakaaan, Gita Safira urusan pelayanan, Elyawati urusan humas dan Sarto Slamet Raharjo sebagai urusan Sarana Perpustakaan .

Wiwik yang juga masuk tim penggerak lierasi Kabupaten Temanggung mengatakan keberadaan Taman Baca Masyarakat merupakan pusat belajar masyrakat diwilayah desa yang menyediakan sarana dan prasrana serta koleksi bacaan sesuai minat, tuntutan dan kebutuhan Masyarakat.

“Saya tergerak mendirikan TBM di desa kami, demi memajukan masyarakat desa melalui peningkatan kegemaran membaca dan tergerak untuk menulis,” kata Wiwik yang juga dikenal sebagai aktivis di berbagai komunitas literasi di Temanggung ini. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *