Wonogiri Masih Sering Diguyur Hujan hingga Awal Maret, Warga Diminta Waspada

WONOGIRI (Ampuh.id) – Kabupaten Wonogiri diprediksi masih sering diguyur hujan pada awal Maret 2026 meski sudah melewati masa puncak musim hujan. Masyarakat diminta tetap waspada karena potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menerangkan mengacu informasi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Wonogiri pada dasarian (10 hari) pertama Maret 2026 diperkirakan masih berada di kisaran 76–150 mm atau kategori menengah.

Kategori itu khususnya di wilayah timur seperti Kismantoro, Bulukerto, Karangtengah dan sekitarnya. Pada dasarian II Maret, curah hujan masih didominasi 51–75 mm. Intensitas hujan mulai menunjukkan penurunan pada dasarian III Maret hingga awal April dengan kisaran 21–75 mm.

“Artinya, untuk awal Maret ini hujan masih berpotensi turun merata dengan intensitas sedang di Kabupaten Wonogiri,” ujar Fuad saat dihubungi Espos, Senin (2/3/2026).

Dia menjelaskan prediksi probabilistik BMKG juga menunjukkan peluang hujan kategori menengah di Kabupaten Wonogiri mencapai lebih dari 80 persen. Peluang hujan kategori tinggi relatif kecil dan bersifat lokal di wilayah timur. Tidak ada indikasi hujan sangat tinggi di atas 300 mm.

Fuad menyebut hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) menunjukkan sebagian besar wilayah Wonogiri masih mengalami hujan. Hanya sebagian kecil wilayah yang tercatat satu hingga lima hari tanpa hujan.

Hidrometerologi

Dengan kondisi tanah yang relatif lembap, BPBD mengingatkan sejumlah potensi dampak yang perlu diantisipasi. Di antaranya genangan dan limpasan air di wilayah dengan drainase kurang baik, tanah longsor skala lokal di perbukitan, pohon tumbang akibat tanah jenuh dan angin kencang, serta peningkatan debit sungai.

Secara umum, kondisi hidrometeorologi Wonogiri masih dalam kategori normal hingga basah. Namun masyarakat diminta tidak lengah. BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap hujan intensitas sedang yang bisa disertai angin kencang dan petir. Pemerintah kecamatan dan desa bersama relawan juga diminta meningkatkan pemantauan di wilayah rawan banjir dan longsor.

Apabila terjadi keadaan darurat, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat atau melapor ke BPBD Wonogiri agar penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat dengan mengutamakan keselamatan jiwa.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonogiri, pada 2025 sebanyak 35,71% dari 294 desa/kelurahan di Kabupaten Wonogiri mengalami bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir, gempa bumi, hingga angin puyuh atau kencang. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *