Unnes akan Beri ‘Konservasi Award’ kepada Sejumlah Tokoh Peduli Lingkungan

SEMARANG (Ampuh.id) – Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan memberikan penghargaan Konservasi Award kepada tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian dan berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Rektor Unnes Prof S Martono mengatakan pemberian anugrah Konservasi Award ini sudah menjadi program Unnes. “Untuk konservasi, seperti biasa kami akan memberikan anugerah Konservasi Award,” kata Prof S Martono saat pembukaan Dies Natalis Ke-59 Unnes, di Kampus Unnes, Semarang, Kamis (18/4/2024)

Rektor menjelaskan Tim Konservasi Award saat ini masih melakukan penilaian terhadap sosok-sosok yang dinilai memiliki kontribusi terhadap konservasi lingkungan.

“Ini masih dalam penilaian tim yang nanti akan diberikan pada saat upacara Dies Natalis-59 Unnes pada Juni,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomi Unnes tersebut.

Dia menyebut Konservasi Award akan diberikan oleh Unnes sebagai kampus konservasi kepada orang atau individu dengan kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan.

“Ini masih dalam proses penilaian ya. Diberikan kepada orang karena sebagai inisiator, atau orang yang punya ide,” katanya.

Bersamaan dengan Dies Natalis ke-59, kata dia, Unnes berkomitmen menjaga reputasi, termasuk mutu lulusannya, dan melalui program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Unnes selalu berkomitmen sekarang dan ke depan untuk selalu menjaga mutu, menjaga ‘output’ tentunya, dan ingin melibatkan masyarakat untuk capaian-capaian tertentu, dalam pengertian dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Pada tahun ini, Unnes meningkatkan anggaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebesar Rp25 miliar, dari tahun lalu sebesar Rp19 miliar.

“Tahun ini kami meningkatkan anggaran penelitian dan pengabdian Rp 25 miliar, dari kemarin hanya Rp 16 miliar. Dengan titik berat penelitian kerja sama dan kolaborasi internasional,” katanya.

Ia memastikan Unnes selalu memberikan kesempatan bagi dosen melakukan penelitian bekerja sama dengan perguruan tinggi peringkat 100 dunia.

“Jumlah proposal meningkat seiring jumlah anggaran meningkat,” katanya.

Di usia Unnes yang ke-59, kata Martono, berharap masyarakat ikut serta mengawal, baik dari segi prestasi, layanan, dan lainnya, termasuk dalam upaya mempertahankan diri sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap lingkungan. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *