Ketua Satupena Temanggung Wiwik Hartati
Ketua Satupena Temanggung Wiwik Hartati

Satupena Temanggung Gelar Mini-Workshop Penulisan Puisi

TEMANGGUNG (Ampuh.id) – Perkumpulan Penulis Indonesia (Satupena) Kabupaten Temanggung akan menyelenggarakan Mini-Workshop bertajuk “Cara Praktis Belajar Menulis Puisi” di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mu’allimin, Jalan Pemandian Pikatan, Mudal, Temanggung, Kamis (14/2/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian Satupena terhadap minat dan potensi literasi generasi muda, khususnya para siswa sekolah menengah yang ingin mengembangkan kemampuan menulis puisi secara lebih aplikatif dan menyenangkan.

Ketua Satupena Kabupaten Temanggung, Wiwik Hartati mengatakan selama ini banyak siswa mengaku mengalami kesulitan ketika diminta menulis puisi. Padahal, secara teori mereka telah mendapatkan materi tentang penulisan puisi di bangku sekolah.

“Banyak generasi muda, terutama para siswa sekolah menengah, yang mengeluh kesulitan menulis puisi. Berbagai teori memang sudah diajarkan di sekolah, tetapi ketika harus mempraktikkannya mereka sering mengalami hambatan. Karena itu, Satupena Temanggung mengambil inisiatif menyelenggarakan workshop kecil tentang bagaimana menulis puisi secara praktis dan mudah,” ujar Wiwik.

Menurut Wiwik, pendekatan praktis sangat dibutuhkan agar siswa tidak merasa puisi sebagai sesuatu yang rumit dan menakutkan. Melalui workshop ini, peserta diharapkan dapat memahami langkah-langkah sederhana dalam menemukan ide, mengolah pengalaman batin, serta menyusunnya menjadi karya puisi yang utuh.

Mini workshop tersebut akan menghadirkan Roso Titi Sarkoro, penyair sekaligus Penasihat Satupena Kabupaten Temanggung, sebagai narasumber. Roso Titi dikenal sebagai penyair yang telah berkarya sejak akhir 1970-an dan aktif menembus berbagai media massa.

Roso Titi Sarkoro mengaku gembira melihat semakin banyak anak muda yang ingin belajar menulis puisi. Ia menilai, semangat generasi muda merupakan harapan bagi keberlanjutan dunia sastra di daerah.

“Saya menulis puisi sejak akhir tahun 1970-an. Penuh perjuangan untuk bisa menembus media massa. Boleh dikatakan jatuh bangun, sampai akhirnya saya menemukan suatu cara praktis untuk menulis puisi yang bagus, dari segi tematik maupun stilistik,” ujarnya.

Dalam workshop nanti, Roso Titi berencana membagikan pengalaman kreatifnya, mulai dari proses menemukan gagasan, mengolah bahasa, hingga kiat membangun kekuatan tema dan gaya (stilistika) dalam puisi. Ia berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani langsung mempraktikkan dan mendiskusikan hasil tulisannya.

Sementara itu, Ketua Umum Satupena Jawa Tengah, Gunoto Saparie, menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan workshop puisi oleh Satupena Kabupaten Temanggung. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk menumbuhkan ekosistem literasi yang sehat di kalangan pelajar.

Gunoto berharap karya-karya puisi para peserta workshop nantinya dapat dihimpun dalam sebuah buku antologi bersama. Menurutnya, hal itu akan menjadi bentuk konkret dari proses belajar sekaligus motivasi bagi para peserta untuk terus berkarya.

“Workshop penulisan puisi tidak hanya menjadi sarana belajar dan bertukar informasi, tetapi juga ajang silaturahmi serta ruang aktivitas dan kreativitas berpuisi. Akan lebih bermakna jika hasilnya dapat dibukukan dalam satu antologi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, tambah Wiwik Hartati, Satupena Temanggung berharap minat menulis puisi di kalangan pelajar semakin tumbuh, dan para siswa berani mengekspresikan gagasan, perasaan, serta pengalaman mereka dalam bentuk karya sastra yang bernilai. Mini workshop ini sekaligus menjadi langkah awal untuk melahirkan penyair-penyair muda dari Temanggung yang siap berkiprah di tingkat daerah maupun nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *