Pemprov Jateng Sebut Kawasan Industri Jadi Magnet Investasi Tanamkan Modal
SEMARANG (Ampuh.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa kawasan industri (KI) dan kawasan ekonomi khusus (KEK) di wilayah tersebut masih menjadi magnet bagi investor untuk menanamkan modalnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng Sakina Rosellasari mengatakan kawasan industri merupakan magnet investasi di daerah-daerah.
“Pelaku usaha akan nyaman karena fasilitas yang sudah disediakan oleh pengelola kawasan industri,” katanya.
Berdasarkan pendataan hingga akhir 2025, terdapat 109 perusahaan di KEK Kendal, 48 perusahaan di KEK Indutropilolis Batang, 47 perusahaan Kawasan Industri Candi Semarang.
Sebanyak 31 perusahaan di Kawasan Industri Terboyo Semarang, 24 perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, 17 perusahaan di Bukit Semarang Baru (BSB) Industrial Park, 12 perusahaan di Jateng Land Park Sayung Demak.
Kemudian, lima perusahaan di Batang Industrial Park, serta tiga perusahaan kawasan lainnya (Kawasan Industri Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang).
Menurut dia, kawasan industri dan KEK hanya tersebar di empat kabupaten kota, yaitu Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, sementara daerah lain adalah kawasan peruntukan industri.
“Harapannya ada lebih banyak lagi kawasan industri yang tumbuh di Jawa Tengah,” katanya.
Ia mengajak 31 kabupaten dan kota lain di Jateng yang masih memiliki kawasan peruntukan industri itu untuk diajukan menjadi kawasan industri.
Diakuinya, kawasan Pantura memiliki magnet bagi investor karena ada akses jalan tol, namun di kawasan tengah dan selatan Jawa Tengah, juga potensial untuk menjadi kawasan peruntukan industri.
“Kawasan tengah dan selatan juga potensial untuk didorong menjadi kawasan melalui investment project to ready offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada calon investor, salah satunya melalui investment challenge oleh Bank Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan pada tahun 2025, sudah ada 17 proposal dari 13 kabupaten/kota yang mengajukan “investment challenge”, dan berharapan nantinya 35 kabupaten/kota ikut semua.
Karena, kata dia, penyelenggaraan “investment challenge” tersebut didukung oleh Bank Indonesia, sehingga menjadi IPRO, dan siap ditawarkan dengan berbagai analisa, baik ekonomi, sosial, dan potensi industri.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melalui berbagai kesempatan juga mendorong daerah untuk menciptakan kawasan ekonomi dan kawasan industri baru di daerah masing-masing.
Beberapa daerah sudah merespons dengan menyiapkan potensi kawasan ekonomi dan kawasan industri baru, misalnya Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang dan Rembang.
“Potensinya besar dan banyak yang harus di kerjakan. Adanya kawasan ekonomi dan kawasan industri akan memudahkan untuk investasi sehingga dapat mendorong perekonomian,” katanya. (*)


