Mahasiswa Ilkom USM Beri Edukasi tentang Pentingnya Gizi pada Anak Balita
SEMARANG (Ampuh.id) – Mahasiswa Universitas Semarang (USM) mengadakan melakukan Edukasi tentang Pentingnya Asupan Gizi pada Anak Balita dan Pencegahan Stunting di TK Kebon Dalem, di Aula TK Kebon Dalem, Semarang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang mengambil tema ”Bersama Mahasiswa USM, Wujudkan Anak Indonesia Sehat dan Bebas Stunting” itu diikuti 20 peserta.
Kegiatan menghadirkan narasumber Ahli Gizi dari Unimus, Khoirunisa Putri Salsabila dan Cantika Dewi.
Ketua Panitia, Monica Indrianti Saputri mengatakan, kegiatan tersebut adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya edukasi kesehatan dan pemenuhan gizi anak sejak usia dini. Karena itu, materi kegiatan mengacu pada pentingnya pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak masa kanak-kanak.
”Kami memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting. Kegiatan diselingi games edukatif agar suasana sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak,” katanya.
Dia menambahkan, kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diajak belajar mengenal makanan sehat melalui media visual, permainan, serta aktivitas edukatif agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami. Metode tersebut dipilih agar anak tidak cepat merasa bosan saat menerima materi.
”Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat,” ujarnya.
Dia berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak-anak.
”Edukasi sejak usia dini penting agar mereka memahami manfaat makanan bergizi dan dapat tumbuh sehat di masa depan,” tuturnya.
Kepala TK Kebon Dalem, Yohanes Suhermawan SSos SPd menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan mahasiswa menjadi pengalaman positif bagi siswa.
”Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap pesan tentang pentingnya makan sehat dapat terus diterapkan di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Dosen pengampu Mata Kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas USM, Dr Yulianto Budi Setiawan SSos MSi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penerapan ilmu komunikasi secara langsung kepada masyarakat.
”Mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga belajar bagaimana menghadirkan program komunikasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan anak,” katanya.
Dalam paparannya, Khoirunisa mengatakan, anak usia dini sangat membutuhkan asupan gizi yang seimbang.
Sebab, pemenuhan gizi yang bagus akan mempengaruhi pertumbuhan fisik dan otak anak.
”Anak kekurangan gizi bisa mengakibatkan anak mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting,” tandasnya. (*)


