Bara Api di Bawah Tumpukan Sampah Jadi Tantangan, Kebakaran TPA Jatibarang Tinggal 10 Persen
SEMARANG (Ampuh.id) – Penanganan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, memasuki hari kelima pada Senin (5/10/2026). Luasan api di permukaan dilaporkan terus menyusut dan kini diperkirakan tersisa sekitar 10 persen.
Meski kobaran api mulai berkurang, petugas belum menghentikan proses pemadaman. Bara yang masih berada di bawah tumpukan sampah menjadi tantangan utama karena berpotensi kembali memunculkan titik api.
Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Titik Panas
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan, api yang terlihat dari permukaan saat ini tersisa di sejumlah titik.
“Pagi ini, api di permukaan tersisa 10 persen di beberapa titik,” kata Endro, Senin (5/10/2026).
Menurut Endro, titik api menunjukkan kecenderungan menurun setelah petugas melakukan pemadaman secara berkelanjutan. Namun, kondisi tersebut belum berarti kebakaran sepenuhnya selesai.
“Titik api cenderung berkurang di beberapa titik. Api belum padam dan penanganan masih berlangsung,” ujarnya.
Untuk mengetahui lokasi yang masih menyimpan panas, petugas memanfaatkan drone thermal milik Sat Brimob Polda Jawa Tengah. Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan titik-titik panas yang tidak selalu terlihat dari permukaan.
Hasil pemantauan kemudian menjadi dasar dalam menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Sistem Injeksi Sasar Bara di Dalam Sampah
Selain pemadaman dari permukaan, penanganan kebakaran kini diarahkan ke bagian dalam tumpukan sampah. Salah satu metode yang mulai diterapkan adalah sistem injeksi.
Metode tersebut dilakukan dengan mengarahkan air atau bahan pemadam ke titik yang terindikasi masih menyimpan panas dan bara di bawah permukaan.
“Sistem injeksi ini mulai dicoba sejak kemarin ya dan ini akan ditingkatkan untuk titik-titik injeksinya,” kata Endro.
Endro menjelaskan, sistem injeksi diharapkan dapat membantu petugas menjangkau sumber panas yang sulit ditangani melalui pemadaman biasa.
“Sistem injeksi dapat bekerja efektif karena langsung menyasar titik yang masih terdapat bara api di bawah permukaan sampah,” jelasnya.
Keberadaan bara di dalam tumpukan sampah menjadi salah satu alasan proses pemadaman membutuhkan waktu. Bara yang tidak terlihat dari permukaan masih berpotensi memicu munculnya api kembali.
“Diharapkan akan mempercepat proses pemadaman karena untuk kerawanan ini masih ada bara di bawah,” ujarnya.
Kebakaran Meluas hingga Sekitar 10 Hektare
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terjadi pada Rabu (30/9) petang. Api kemudian meluas dan membakar kawasan yang diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Memasuki hari kelima, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang bersama unsur terkait masih melakukan pemadaman, pendinginan, dan pengendalian.
Penanganan tidak hanya difokuskan pada kobaran yang terlihat, tetapi juga memastikan bara di bawah permukaan dapat dikendalikan sehingga tidak kembali memicu kebakaran.
Dengan luas api di permukaan yang telah menurun menjadi sekitar 10 persen, petugas masih harus memastikan seluruh titik panas benar-benar aman sebelum penanganan dinyatakan selesai. (*)


