PMI Jateng Ingatkan Banyumas Siaga Hadapi Risiko Bencana

PURWOKERTO (Ampuh.id) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana mengingatkan jajaran PMI Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko bencana di wilayah tersebut.

“Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang rawan bencana, mulai dari ancaman Gunung Slamet, longsor, banjir, kekeringan, hingga kebakaran,” kata Sarwa saat Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Banyumas periode 2026–2031 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Banyumas, Selasa.

Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Banyumas periode 2026-2031 diketuai Budhi Setiawan, sedangkan Pengurus PMI Kabupaten Banyumas periode 2026-2031 diketuai Nungky Harry Rachmat.

Lebih lanjut, Sarwa mengatakan Banyumas memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga jika terjadi bencana di wilayah sekitar, termasuk potensi tsunami di Kabupaten Cilacap.

Dalam hal ini, kata dia, jika terjadi tsunami di Cilacap, masyarakat akan mengungsi ke Banyumas, sehingga perlu sinergi, karena bencana tidak mengenal batas administrasi.

Ia menegaskan pentingnya PMI menjalankan tugas berdasarkan tujuh prinsip dasar, di antaranya kemanusiaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

“Tidak boleh ada bendera partai politik di kantor PMI. Ini penting untuk menjaga kenetralan,” katanya.

Selain itu, kata dia, PMI juga didorong untuk terus meningkatkan layanan, termasuk penguatan Unit Donor Darah (UDD) serta memperluas jangkauan hingga ke wilayah kecamatan.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kehadiran PMI sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Dalam situasi yang semakin kompleks akibat perubahan cuaca ekstrem dan dinamika sosial, peran PMI menjadi semakin penting,” kata Ketua PMI Banyumas periode 2021-2026 itu.

Ia mengakui kinerja PMI hingga tingkat kecamatan selama ini telah terbukti, terutama dalam merespons kejadian bencana karena setiap ada bencana, PMI selalu hadir.

Bahkan, kata dia, PMI sering menjadi yang pertama hadir dan hal itu menunjukkan jiwa pengabdian yang kuat, bukan komersial.

Ia juga mendorong pengurus PMI yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi organisasi dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.

“Segera rapatkan barisan, jalankan program yang telah disusun, dan terus dorong inovasi agar pelayanan PMI semakin mudah diakses masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan kerja-kerja kemanusiaan akan semakin kuat jika dilakukan secara kolaboratif, baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha, maupun elemen masyarakat lainnya.

Dia menekankan pentingnya pemberdayaan PMI di tingkat kecamatan agar semakin solid dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.

“PMI Banyumas ini menjadi rujukan dan studi banding bagi daerah lain, bahkan di tingkat nasional. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *