Harga Bunga Mawar Tabur di Bandungan Meroket Sampai Rp 500.000/Tenggok Kecil

BANDUNGAN (Ampuh.id) – Lebaran (versi pemerintah) masih dua hari lagi, tetapi harga bunga mawar tabur yang biasa digunakan untuk nyekar (ziarah) harganya sudah meroket tinggi tidak ketulungan.

Kamis petang, 19 Maret 2026, jalan raya Ambarawa – Bandungan di depan Pasar Bunga Bandungan macet nyaris total. Kendaraan roda empat atau pun roda dua nyaris tak bisa berjalan, karena pada manusia, yang ternyata hendak belanja bunga, khususnya bunga tabur mawar.

Orang yang berjualan bunga tak hanya ada di sekitar Pasar Bunga saja, tetapi sampai trotoar di depan Taman RTH Bandungan, bekas pasar lama. Ada penjual yang menggelar lapak di trotoar, tetapi banyak pula yang menggendong atau membopong tenggok/dhunak (wadah yang terbuat dari anyaman bambu) berukuran tidak terlalu besar.

Tenggok itu penuh dengan bunga, dan dengan sigap para penjual menawarkan pada orang yang lewat berdesakan atau pun yang naik kendaraan. “Saktenggok pinten Mbak (harga setenggok berapa Mbak),” tanya seorang perempuan yang masih berada dalam mobil.

“Gangsal atus ewu. Mangga kula tawa njenengan ngenyang (Lima ratus ribu. Silakan saya menawarkan anda menawar),” ujar perempuan penjual bunga tersebut.

Perempuan asal Semarang yang bertanya tentang harga bunga itu pun terdiam. Lalu penjual berkata, “Mangga njenengan nganyang (silakan, anda menawar).”

Perempuan itu pun menjawab, “Ra wani ngenyang Mbak (Nggak berani menawar, Mbak).”

Kemudian pada penjual yang lain dia bertanya, berapa harga kembang mawar itu. “Tigang atus (tiga ratus),” jawabnya. Yang dimaksud tiga ratus ribu rupiah, yang tampaknya berisi kurang dari jumlah penjual sebelumnya.

“Satus nggih,” Perempuan itu menawar dengan harga seratus ribu setenggok. Penjual pun mengatakan, harga memang sedang tinggi, karena sebentar lagi Lebaran.

Pada hari biasa, setenggok kecil itu harganya tidak mencapai Rp 50 ribu. Akhirnya perempuan ini nibakke (mengulurkan uang) seratus ribuan, dikasih berapa pun.

“Sudah sampai Bandungan mosok gak jadi beli, segini cukuplah kalau buay nyekar di Semarang. Kalau buat nyekar di makam keluarga di desa yang setenggok lima ratus ribu itu pun masih belum cukup,” kata dia.

Di Ambarawa

Penjual bunga tabur di Ambarawa banyak sekali ditemukan di trotoar Jalan Sudirman, yang merupakan jalur utama Semarang – Yogya lewat Ambarawa.

Jalan Sudirman memang macet dari Balai Diklat KKB di daerah Kupang sampai pertigaan jalan keluar dari Bandungan kea rah Yogya. Sedangkan seterusnya padat merayap.

Seorang pengendara sepeda motor yang mengaku dari Magelang hendak pulang ke Semarang, menyempatkan untuk membeli bunga buat nyekar di makam keluarganya di Semarang.

Dia bertanya berapa harga bunga di keranjang ukuran kecil, yang tampaknya penuh. “Tiga puluh ribu, Mas,” ujar penjual.

Dia pun mengamati, ternyata bunganya tidak penuh sekeranjang kecil itu. Kalau dihitung, jumlah sekitar enam sampai tujuh kuntum mawar. “Keranjangnya tampak penuh, karena di bawah diganjal daun pisang dan rajangan pandan,” ujar lelaki yang akan ziarah ke makam keluarga di TPU Salaman Mloyo, Semarang Barat.

Kemudian bunga di keranjang berukuran besar besar ditawarkan Rp 70 ribu. Kalau hari biasa yang harganya sekarang Rp 70 ribu, paling sekitar Rp 30 ribuan. “Itu pun bunganya sekeranjang penuh. Lha ini separuh saja tidak ada, karena di bawahnya juga diganjal daun pisang,” ujar lelaki itu.

Dikatakan, sambil pulang mudik ke Semarang beli kembang dulu di Ambarawa, karena biasanya harganya lebih murah dibanding Semarang. Dia mencoba menawar, tetapi pedagang tetap tidak mau menurunkan harga.

“Harga memang tinggi Mas, kalau mau harga segitu nanti saya tambah pandannya,” ujar penjual.

Calon pembeli itu pun akhirnya tunduk mengalah, dan tetapi membeli dua keranjang kembang yang setelah ditumpahkan di tas kresek ternyata isinya tidak banyak. “Ya, begini ini kalau pas menjelang dan saat Lebaran. Setidaknya harga di sini lebih murah dibandingkan di Kalisari atau Randusari Semarang,” ujar dia. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *