Pemkot Magelang Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Inklusif
MAGELANG (Ampuh.id) – Pemerintah Kota Magelang mendorong transformasi tata kelola kesehatan untuk membangun pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, inklusif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga.
“Pembangunan kesehatan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, di Magelang, Senin (24/8/2026).
Menurut dia, pemerintah perlu terus memastikan agar pelayanan kesehatan tidak hanya tersedia, tetapi juga mudah dijangkau, cepat, manusiawi, dan mampu mengikuti dinamika kehidupan warga.
Ia menuturkan, transformasi tersebut tidak lagi menempatkan pembangunan kesehatan semata pada penambahan fasilitas maupun pelayanan pengobatan, tetapi diarahkan pada pembangunan ekosistem kesehatan yang terintegrasi, berbasis pencegahan, pemanfaatan teknologi digital, perlindungan sosial, serta penguatan daya saing daerah.
Arah kebijakan tersebut sejalan dengan RPJMD Kota Magelang 2025–2029 yang menempatkan kesehatan sebagai investasi pembangunan manusia sekaligus bagian dari reformasi pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat. Ekosistem tersebut menghubungkan layanan primer, rumah sakit, sistem digital, perlindungan sosial hingga pengembangan potensi daerah.
Perubahan orientasi tersebut diwujudkan melalui penguatan promosi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, serta layanan primer. Persoalan kesehatan seperti stunting, penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, sanitasi, dan perilaku hidup sehat juga ditempatkan sebagai agenda lintas sektor yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat.
Dari sisi pelayanan, katanya, Pemerintah Kota Magelang juga terus menghadirkan inovasi yang menyesuaikan dengan aktivitas dan kondisi masyarakat.
“Program Puskesmas pagi-sore memberikan alternatif waktu pelayanan bagi warga yang bekerja pada jam pelayanan reguler. Sementara layanan homecare melalui puskesmas keliling (pusling) mendekatkan pelayanan ke rumah warga, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun pasien dengan keterbatasan mobilitas,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Istikomah mengatakan, perubahan pola pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan layanan kesehatan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin pelayanan kesehatan hadir sedekat mungkin dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, penguatan layanan primer, pelayanan di luar jam reguler, homecare, deteksi dini, dan upaya promotif-preventif menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan di Kota Magelang,” katanya.
Menurut dia, pelayanan kesehatan juga perlu dibangun dalam sebuah sistem yang saling terhubung. Rumah warga, puskesmas, layanan kegawatdaruratan, rumah sakit, hingga platform digital tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus menjadi bagian dari satu ekosistem pelayanan yang terintegrasi. (*)


