|

Wali Kota Semarang Agustina Perkuat Fasilitasi Pesantren dan Apresiasi Santri Berprestasi

SEMARANG (Ampuh.id) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengukuhkan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren Kota Semarang periode 2026–2031 dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). Pada kesempatan yang sama, Agustina memberikan apresiasi berupa perjalanan umrah kepada dua santriwati berprestasi, Nasywa Jamilah dan Nurlita Nasucha.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Agustina mengaku senang melihat antusiasme para santri yang turut menyemarakkan kegiatan melalui berbagai pameran dan aktivitas.

“Senang melihat bagaimana teman-teman santri turut serta menyongsong peringatan Hari Santri. Ada banyak pameran dan kegiatan. Sepertinya santri Kota Semarang sudah siap untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.

Menurut Agustina, semangat tersebut perlu diiringi kolaborasi berbagai pihak agar santri mampu menghadapi tantangan di masa depan. Salah satu upayanya melalui Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren Kota Semarang, yang menjadi wadah silaturahmi, koordinasi, dan penyamaan langkah dalam pengembangan pesantren.

“Lembaga ini akan menjadi wadah untuk bersilaturahmi satu sama lain, menyamakan gerak, kemudian menyelesaikan berbagai tantangan yang harus dihadapi santri menuju 2045,” jelasnya.

Agustina berharap forum tersebut dapat terus bekerja meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Dengan demikian, koordinasi dan program pengembangan pesantren dapat berjalan berkelanjutan.

Pembentukan forum ini sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 15 Tahun 2025 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren. Perda tersebut merupakan inisiatif Wali Kota Semarang yang kemudian ditetapkan di DPRD kota Semarang. Forum tersebut bertugas memberikan masukan dan evaluasi program, berkonsultasi dengan pesantren, menyampaikan rekomendasi kepada perangkat daerah terkait, serta membantu mediasi dan advokasi bagi pesantren.

Dalam rangkaian peringatan Hari Santri, Agustina juga memberikan apresiasi berupa umrah kepada Nasywa Jamilah dan Nurlita Nasucha atas prestasi yang mereka raih.

Nasywa merupakan santriwati Pondok Pesantren KH Sholeh Darat di Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang. Ia meraih peringkat terbaik pertama di Madrasah Aliyah Kejuruan Multimedia dan merupakan hafidzah 30 juz Al-Qur’an.

Sementara itu, Nurlita Nasucha meraih juara II Porseni Jawa Tengah di Banyumas serta juara I dalam kejuaraan nasional yang diselenggarakan di Udinus. Apresiasi ini diharapkan dapat memotivasi para santri untuk terus mengembangkan potensi di bidang pendidikan, keagamaan, dan olahraga.

Perhatian Agustina terhadap penggerak keagamaan juga tercermin melalui pemberian bisyaroh kepada para penggerak keagamaan, termasuk guru agama dan marbot. Jumlah penerima meningkat dari 6.572 orang pada 2025 menjadi 9.992 orang pada 2026.

Peningkatan jumlah penerima tersebut memperluas jangkauan dukungan bagi mereka yang berperan dalam mendidik generasi muda, membina kehidupan keagamaan, dan menjaga keberlangsungan kegiatan ibadah.

Melalui penguatan forum pesantren, apresiasi bagi santri berprestasi, dan perhatian kepada penggerak keagamaan, Agustina berharap pesantren di Kota Semarang semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *