Perkuat Pencegahan Infeksi demi Keselamatan Pasien, RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Tingkatkan Kompetensi Petugas
WONOGIRI (Ampuh.id) – Keselamatan pasien tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga medis, tetapi juga kepatuhan seluruh unsur di lingkungan rumah sakit dalam menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi. Berangkat dari komitmen tersebut, RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri, menggelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bagi petugas layanan penunjang dan mitra kerja, Senin (20/7/2026).
Sosialisasi dibuka Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Gatot Tri Wibowo, serta diikuti jajaran manajemen rumah sakit bersama mitra kerja, di antaranya CV Harapan Utama dan CV Bhina Karta.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan Gatot Tri Wibowo menyampaikan, kegiatan yang diselenggarakan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melalui penguatan budaya keselamatan pasien. Dengan meningkatnya pemahaman seluruh petugas, risiko terjadinya infeksi selama pelayanan diharapkan dapat ditekan, sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih aman dan berkualitas.
Dia menegaskan, penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan tanggung jawab seluruh unsur di lingkungan rumah sakit, tidak hanya tenaga kesehatan.
“Sinergi seluruh unsur pelayanan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, aman, serta mampu meminimalkan risiko terjadinya infeksi maupun kecelakaan kerja,” ujar Gatot.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pelaksanaan pembersihan lingkungan rumah sakit, pengelolaan kebersihan sesuai standar akreditasi, serta penguatan peran petugas layanan penunjang dan mitra kerja dalam mendukung keselamatan pasien dan keselamatan kerja.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD), penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hand hygiene, penanganan tumpahan bahan infeksius (spill kit), serta etika batuk. Pembelajaran melalui praktik langsung tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menerapkan prosedur keselamatan di lingkungan rumah sakit.
“Melalui praktik langsung tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan prosedur keselamatan secara tepat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” imbuh Gatot.
Melalui penguatan kapasitas petugas layanan penunjang dan mitra kerja, RSUD dr Soediran Mangun Sumarso berupaya memastikan setiap proses pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar keselamatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, berkualitas, serta memberikan perlindungan optimal bagi pasien maupun petugas. (*)


