Haerudin Sebut Pancasila Filter Penangkal Terorisme
SEMARANG (Ampuh.id) – Situasi dan pengaruh informasi global tanpa batas, membuat masyarakat bisa mengakses tanpa adanya filter baik atau buruk. Kemudahan akses informasi yang didapat masyarakat, seharusnya jangan serta merta ditelan mentah-mentah dan harus ada filternya.
Demikian diungkapkan Kepala Kesbangpol Jawa Tengah Haerudin SH MH di Semarang, baru-baru ini.
Dari pengakuan para mantan teroris yang ditangkap, kata Haerudin, mereka kebanyakan mengakui kesalahan yang dibuatnya lantaran akibat pergaulan yang jauh dari norma agama. Selain itu, mereka yang masuk ke jaringan terorisme akibat dari salah menangkap atau menyerap informasi yang salah.
Haerudin mengatakan masyarakat yang kurang puas dengan kerja pemerintah, bisa dengan mudah terpengaruh kelompok-kelompok tertentu untuk berpikir radikal. Bahkan, bisa memicu seseorang menjadi seorang teroris dan membahayakan keselamatan orang lain.
Salah satu filter yang telah ditanamkan sejak dini, adalah pendidikan karakter Pancasila dan diperlukan untuk membentengi jiwa dan pikiran seseorang ketika tumbuh dewasa. Termasuk, saat berbaur dengan lingkungan sekitar.
“Kami kebetulan sering berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman-teman eks teroris. Teman-teman eks teroris ini juga ternyata awalnya orang-orang baik. Lalu kemudian kenapa terpengaruh menjadi teroris? Ternyata memang arus informasi yang luar biasa, dan itu masuk ke person-person serta mempengaruhi sampai dengan cuci otak. Maka kemudian, banyak yang terjerumus menjadi teroris,” kata Haerudin.
Kendati saat ini gelombang arus informasi sangat deras dan kebebasan informasi bisa didapatkan, Haerudin menyakini seseorang sudah memiliki filter di dalamnya, mereka tidak akan mudah terjerumus ke kelompok teroris. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila harus terus disuarakan dan diviralkan agar generasi muda memiliki daya tanggal untuk menolak ajaran atau gerakan terorisme yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. (*)


