Gubernur Ahmad Luthfi Minta IPHI Harus Jadi Pilar Peradaban dan Ketahanan Bangsa

SALATIGA (Ampuh.id) – Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK mengingatkan posisi strategis yang dimiliki Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Tengah di tengah masyarakat.

“IPHI harus mampu menjadi institusi moral. Tidak hanya organisasi alumni, tapi rumah besar yang menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” tegas Luthfi pada sambutan tertulis pada pelantikan PW IPHI Jawa Tengah 2025–2030 yang dibacakan (Pit) Kepala Kespangpol Jateng, Muslichah Setiasih (Pit), di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (14/6/2025).

Orang pertama di jajaran Pemprov Jateng ini menyoroti betapa pentingnya IPHI menjadi penopang ketahanan spiritual masyarakat, terutama dalam era disrupsi dan polarisasi sosial-politik yang semakin tajam.

Dia menyebut para alumni haji memiliki tanggung jawab sosial untuk menjadi teladan akhlak, disiplin, dan semangat melayani di tengah masyarakat.

“Haji itu bukan puncak ibadah saja, tapi awal dari komitmen hidup yang lebih baik. Di Tanah Suci, kita belajar disiplin, taat, sabar, dan rendah hati. Maka ketika kembali, seharusnya kita tampil sebagai pembawa cahaya perubahan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Luthf memberikan pesan strategis untuk IPHI, yakni menjaga ukhuwah islamiyah, bukan hanya sebagai slogan, tetapi dalam tindakan nyata.

“Rawat kemabruran itu dengan kerja nyata untuk umat, bukan hanya seremonial,” ujarnya.

Sebagai purnawirawan Polri, Ahmad Luthfi juga menyinggung soal ketahanan nasional. Ia mengingatkan IPHI bisa menjadi mitra strategis dalam mencegah paham-paham radikal, terutama melalui pendekatan dakwah yang santun dan berakar budaya lokal.

“Radikalisme itu tumbuh di ruang kosong. IPHI harus hadir di ruang itu dengan cahaya moderasi, dengan bahasa yang sejuk, dan aksi yang konkret.” Jelasnya.

Luthfi mendorong agar IPHI tak hanya fokus pada kegiatan ibadah, tetapi juga menyentuh aspek kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial.

“Bangun koperasi, kembangkan ekonomi syariah, dorong produk UMKM jamaah. Jangan hanya kumpul, tapi harus produktif,” tegasnya.

Gubernur menyampaikan pentingnya IPHI untuk bertransformasi secara kelembagaan, membuka ruang seluas-luasnya bagi kader muda, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat manajemen organisasi.

“Jika kita tidak adaptif, kita akan tertinggal. IPHI harus jadi organisasi yang terbuka, akuntabel, dan modern,” ucapnya.

Ahmad Luthfi juga memberikan dukungan penuh kepada Ketua baru Dr dr KH Masrifan Djamil MPH MMR dan jajaran pengurus untuk membawa IPHI Jawa Tengah menjadi ormas haji yang unggul secara spiritual, sosial, dan digital.

Menurutnya, haji bukan hanya urusan langit, tapi juga tanggung jawab di bumi. IPHI harus jadi pilar peradaban, membangun jiwa, membela bangsa, dan memajukan umat. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *