DPRD Kota Semarang Berharap Layanan PPDB 2024/2025 Meningkat

SEMARANG (Ampuh.id) – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo meminta pemerintah kota (Pemkot) meningkatkan kualitas pelayanan terhadap calon peserta didik tahun 2024/2025. Proses seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) harus dilakukan selektif dan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada.

“DPRD Kota Semarang berharap Pemkot Semarang dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap peserta didik tahun ajaran 2024/2025,” kata Rahmulyo, di Semarang, baru-baru ini.

Menurut Rahmulyo, tahun ini PPDB dapat ditempuh melalui tiga mekanisme, yaitu jalur zonasi dengan kuota minimal 90 persen dari daya tampung sekolah, 5 persen jalur prestasi, dan sisanya melalui jalur perpindahan tugas orang tua/wali.

Dia mengaku pihaknya bersama pemkot sudah melakukan evaluasi soal ketentuan tersebut. Kendati demikian, evaluasi yang dilakukan masih sebatas pada saat proses pendaftaran dan tidak berkaitan dengan persoalan substantif.

“Secara substantif catatan khusus itu tidak terlalu signifikan. Tidak terlalu berpengaruh. Ini hanya catatan biasa. Kami sebagai mitra di Pemerintahan Kota Semarang dengan Dinas Pendidikan agar pelayanan pada saat pelaksanaan kegiatan ini yang dilakukan oleh kawan-kawan Disdik itu biar lebih ditekankan dan lebih baik lagi,” paparnya.

Rahmulyo meminta para orang tua murid calon PPDB agar fokus dalam mengontrol anak-anaknya, supaya harapan buah hatinya bisa terpenuhi dalam hal pemenuhan kualitas pendidikan.

“Kami berharap jumlah kebutuhan peserta yang lebih besar dibanding dengan jumlah kursi yang tersedia di sekolah negeri,” pesannya.

Terkait dengan akses informasi untuk PPDD di Kota Semarang, menurut Rahmulyo, sudah cukup terbuka dan mudah untuk diakses. Jadi jika ada orang tua murid merasakan suatu kejanggalan, mereka bisa melapor.

“Kadang informasi yang diterima dan fakta yang dilihat berbeda. Kalau ada hal-hal yang seperti itu lapor ke saya. Tapi harus konsekuen. Kalau saya konfrontir harus siap. Misalnya dia teriak-teriak kalau pelayanannya gak maksimal, ternyata ada problem lain. Nah itu yang harus kita pikirkan,” tegasnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *