Dinpertan Banyumas Siapkan Bantuan Benih Palawija di Musim Tanam III

PURWOKERTO (Ampuh.id) – Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan bantuan benih berbagai komoditas palawija untuk mendukung kegiatan budi daya pada musim tanam ketiga (MT III) tahun 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinpertan Kabupaten Banyumas Yusuf Khanafi di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Minggu, mengatakan program tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian setelah musim tanam padi serta mendukung peningkatan produksi pangan daerah.

“Kegiatan budi daya komoditas palawija yang akan kita laksanakan pada musim tanam ketiga tahun ini meliputi pendistribusian bantuan benih jagung untuk lahan seluas 974 hektare, kedelai 678 hektare, kacang hijau 375 hektare, dan ubi jalar 2,80 hektare,” katanya.

Menurut dia, total luas lahan yang menjadi sasaran program bantuan benih palawija tersebut mencapai sekitar 2.029,8 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah sentra pertanian di Kabupaten Banyumas.

Ia mengatakan pengembangan komoditas palawija pada musim tanam ketiga menjadi salah satu strategi untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus meningkatkan pendapatan petani ketika kondisi ketersediaan air tidak lagi optimal untuk budi daya padi.

Selain itu, kata dia, komoditas seperti jagung, kedelai, dan kacang hijau memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta pemenuhan kebutuhan bahan baku industri pangan.

“Melalui bantuan benih ini, kami berharap petani dapat memanfaatkan lahan secara optimal sehingga produksi palawija di Banyumas dapat meningkat,” kata Yusuf.

Yusuf menambahkan Dinpertan Banyumas akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani penerima bantuan agar pelaksanaan budidaya berjalan sesuai rekomendasi teknis dan menghasilkan produktivitas yang optimal.

Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat diversifikasi pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Banyumas.

Sebelumnya, Kepala Dinpertan Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono mengatakan tanaman palawija relatif aman dibudidayakan pada musim kemarau karena didukung kondisi iklim yang sesuai.

“Kalau jagung dan palawija itu aman. Artinya dari sisi iklim memang mendukung,” katanya.

Menurut dia, komoditas palawija dapat menjadi alternatif bagi petani pada lahan yang tidak memungkinkan untuk ditanami padi selama musim kemarau.

Selain jagung dan kedelai, kata dia, tanaman kacang hijau juga memiliki potensi untuk dikembangkan pada periode tersebut.

Ia mengatakan Dinpertan Banyumas telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, antara lain penyediaan pompa air serta pengendalian hama dan penyakit tanaman untuk mendukung produktivitas pertanian.

“Kita sudah mulai banyak mendapat bantuan pompa lagi. Persiapan hama dan penyakitnya juga sudah kita siapkan,” katanya.

Meskipun musim kemarau dinilai menguntungkan bagi pengembangan palawija, dia menegaskan Dinpertan Banyumas tetap memprioritaskan upaya mempertahankan produksi padi sebagai komoditas utama penopang ketahanan pangan.

Ia mengatakan target produksi padi Kabupaten Banyumas pada 2026 mencapai 389 ribu ton. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *