BPBD Klaten Gercep Tangani Atap Roboh, KBM SDN 2 Sribit Berlangsung Normal
KLATEN (Ampuh.id) – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 2 Sribit tetap berlangsung normal pada Senin (6/4/2026). Siswa kelas 1 dan 2 yang ruang kelasnya terdampak robohnya atap pada Kamis (2/4/2026), sementara dialihkan ke ruang kelas lain yang lebih aman.
Pada Senin pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten bersama personel TNI, Polri, relawan, dan warga melakukan pembersihan puing-puing atap yang ambruk. Genting pada bagian atap yang telah melengkung juga diturunkan guna mencegah potensi bahaya.
Sejumlah peralatan serta alat peraga pembelajaran turut diamankan agar masih dapat digunakan kembali oleh siswa.
“Yang ambruk atap ruang kelas 2, namun dua ruang di sekitarnya, yakni kelas 1 dan perpustakaan, juga terdampak. Saat ini KBM dialihkan ke ruang lain hingga proses perbaikan selesai,” ungkap Kepala SDN 2 Sribit, Sri Rejeki.
Meski masih dalam tahap penanganan, ia memastikan kegiatan sekolah tetap berjalan normal, termasuk distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa.
“Selama penanganan sementara, siswa kelas 1 dan 2 dipulangkan lebih awal demi keamanan. Selanjutnya akan mengikuti KBM secara normal, baik jam masuk maupun jam pulang,” paparnya.
Runtuhnya atap ruang kelas diduga akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh. Sri Rejeki menjelaskan, rehabilitasi terakhir berupa penggantian genting dan tambal sulam kerangka atap dilakukan pada 2005.
“Kami berharap agar penanganan dapat segera dilakukan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, usai meninjau SDN 2 Sribit pada Jumat (3/4/2026), Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meminta seluruh bangunan sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Klaten segera dilakukan pengecekan keamanan konstruksi.
Menurutnya, Pemkab Klaten juga telah mengirim surat kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengajukan permohonan rehabilitasi.
“Sehingga harapannya kemudian perbaikan bisa segera terealisasi,” ungkap Hamenang. (*)


