BBPOM Semarang Periksa 130-an Takjil dari Zat Berbahaya

SEMARANG (Ampuh.id) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, melakukan pengawasan terhadap takjil yang banyak diperdagangkan saat Ramadan. Sejumlah makanan diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya kandungan berbahaya seperti boraks dan formalin.

Kepala BBPOM Semarang, Rustyawati, mengatakan telah memeriksa dan melakukan pengujian terhadap 130 sampel makanan dan minuman yang dijajakan pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah di Kota Semarang.

“Ada empat parameter bahan berbahaya yang kita uji yaitu boraks, formalin, rhodamin B dan pewarna kuning metanil. Itu semuanya negatif Alhamdulillah,” katanya usai melakukan pengujian terhadap sampel makanan dan minuman di Taman Virgin, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kota Semarang, Kamis (12/3/2026).

Di lokasi tersebut, diperiksa 32 sampel makanan dan minuman. Seperti es buah, mie, bakso, kerupuk dan lain-lain. Pemeriksaan ini melengkapi tiga kali pengujian di sejumlah titik lainnya di Kota Semarang pada Ramadan 2026 ini.

”Tiga titik sebelumnya itu melakukan pemeriksaan 104 sampel makanan. Tersebar di sejumlah sentra penjaja UMKM. Di antaranya Muladi Dome Undip, Pleburan, dan Jalan Jolotundo,” katanya.

Rustyawati mengatakan, masyarakat tetap perlu waspada dan peduli akan makanan yang hendak dikonsumsi. Masyarakat sebagai benteng terakhir harus jeli terhadap makanan yang akan dibeli.

Terkhusus, makanan atau jajanan kemasan yang diedarkan. Dicontohkan, ada jajanan seperti ciki yang diedarkan tanpa izin BBPOM. Selain itu masyarakat harus memeriksa tanggal kadaluarsa, atau peka terhadap kondisi kemasan yang rusak.

”Jadi pada akhirnya itu masyarakat sendiri yang harus menjadi filter terakhir,” katanya.

Rustyawati mengatakan, BBPOM memberikan tips untuk mengetahui keamanan makanan yakni Cek KLIK. Mulai dari cek kemasan (K), label (L), izin edar (I), dan kedaluwarsa (K). (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *