Antisipasi Kemarau Panjang, Menteri PU Cek Ketersediaan Air di Waduk Gajah Mungkur
WONOGIRI (Ampuh.id) – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengunjungi bendungan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Minggu (29/3/2026). Dody ingin memastikan kesiapan pengelola waduk dalam memenuhi kebutuhan para pengguna air menghadapi musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal dan panjang.
Rombongan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, tiba di area bendungan WGM Wonogiri sekitar pukul 14.20 WIB. Dia lantas berdiskusi dengan jajaran pengelola air Waduk Gajah Mungkur yakni Perum Jasa Tirta Wilayah Bengawan Solo.
Mereka berdiskusi sekitar 10 menit terkait kesiapan pengelolaan air Waduk Gajah Mungkur dalam menghadapi musim kemarau lebih awal dan panjang. Selepas berdiskusi, Dody langsung meninggalkan waduk dan bergeser ke lokasi lain di Soloraya.
Kepala Divisi Jasa ASA Perum Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Astria Nugrahany, mengatakan ketersediaan air di Waduk Gajah Mungkur mencukupi dengan menetapkan tinggi muka air sesuai perencanaan. “Kunjungan Pak Menteri [Dody Hanggodo] dalam rangka ingin mengetahui kesiapan kami menghadapi prediksi kemarau panjang. Kami optimis bisa mencukupi kebutuhan para pemanfaat air,” kata dia.
Astria menyebut berdasarkan prediksi Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, musim kemarau bakal lebih lama hingga Desember 2026. Karena itu, pengelola air diminta fokus mencukupi kebutuhan para pemanfaat air waduk.
Mayoritas air di WGM dimanfaatkan untuk mengairi saluran irigasi lahan pertanian, baik di sepanjang saluran Colo Barat maupun Colo Timur. Total lahan pertanian yang mendapat suplai air dari waduk sekitar 25.000 hektare.
“Kalau memang dibutuhkan pengaturan dan terjadi kekurangan air maka bisa dilakukan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan. Ini arahan langsung Pak Menteri,” ujar dia.
Disinggung soal sedimentasi di waduk, Astria menjelaskan sedimentasi mengakibatkan volume tampungan air waduk semakin berkurang. Apalagi, usia bendungan Waduk Gajah Mungkur sudah 45 tahun.
Perum Jasa Tirta telah melakukan beragam upaya penanganan untuk menahan lajunya sedimentasi agar volume tampungan air bendungan tidak menyusut lebih parah. “Penanganan sedimentasi dilakukan di hulu. Kemudian, pengerukan meskipun bukan pengerukan utama. Saat ini, tampungan air waduk sekitar 260 juta meter kubik,” papar dia. (*)


